Pujian
dan penyembahan kepada Tuhan akan membawa kita dalam suatu hubungan yang lebih
intim lagi dengan Tuhan, itulah yang Tuhan mau dari hidup kita. Kebenaran
penyembahan dalam suatu tuntunan acara ibadah adalah wacana yang menjelaskan
tentang tuntunan acara ibadah yang membawa kita dalam suatu keadaan penyembahan
yang lebih dalam dan merasakan hadirat Tuhan lebih lagi. Namun tetap pada
hakikatnya bahwa hati yang menyembahlah yang akan membawa kita dalam hadirat
Tuhan dalam suatu penyembahan.
·
Yohanes 4:23
“Tetapi
saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar
akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki
penyembah-penyembah demikian.”
·
Ibrani 6 : 1a
“Sebab
itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan
beralih kepada perkembangannya yang penuh.”
Bertepuk Tangan dalam Ibadah
Terkadang
orang banyak bertanya kenapa kita mesti tepuk tangan dalam beribadah. Banyak orang
berpendapat itu adalah hal yang salah, ada juga menganggap itu terlalu kekanak
– kanakan, dan ada juga salah seorang yang kukenal menganggap hal itu
mengganggu kehusyukkan atau membuat tidak fokus. Tetapi kita akan lihat dan
pahami dari Firman Tuhan berikut :
“Hai
segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai” (Mazmur 47:2)
Mengangkat
Tangan
Hal
mengangkat tangan mengungkapkan bahwa hidup kita berserah pada Tuhan, dan butuh
bantuan pertolongan Tuhan....
“Dengarkanlah
suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan
mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.” (Mazmur 28 ; 2)
“Demikianlah
aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.” (Mazmur 63:5)
Bersorak
– Sorai
“Hai
segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai” (Mazmur 47:2)
“Maka
bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar
orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang
yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai
Gat dan sampai Ekron. “ (1 Samuel 17;52)
Berdiri
“Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri.” (2 Tawarikh 5;12)
“Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri.” (2 Tawarikh 5;12)
Berlutut
dan Tersungkur
“Masuklah,
marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.” (Mazmur 95:6)
Mengangkat
Tangan
“Dengarkanlah
suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan
mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.” (Mazmur 28;2)
Demikianlah
aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. (Mazmur 63;5)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar